Mekanisme dan Tahap - Tahap Pengerjaan Proyek


Mekanisme dan tahapan-tahapan pengerjaan proyek

   Pada prinsipnya sebuah proyek dapat teralisasi dengan baik, ketika semua berjalan dengan memenuhi standarisasi secara keseluruhan. Setiap individu organisasi atau team yang terbentuk dalam kerjasama ruang lingkup manajement proyek,secara langsung bertanggung jawab sepenuhnya atas pelaksanaan selama proyek berlangsung. Kerja team yang solid adalah kunci keberhasilan sebuah manajement proyek dalam mengerjakan tahapan-tahapan dalam proyek itu sendiri.

   Sumber daya manusia atau sumber daya fisik yang ada dilingkungan proyek,adalah nafas dari sebuah penghidupan manajement proyek. Karena walau bagaimanapun sebuah proyek tidak akan mampu terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh komponen dan unsur-unsur yang terkait dalam manajement proyek.

 Sumber daya fisik yang profesional diharapkan memberikan kontribusi sekaligus masukan dilapangan demi terciptanya situasi kerja yang responsip dan akurat.

 Adapun tahapan-tahapan atau mekanisme dalam sebuah proyek meliputi :

1. Planing Process ( proses perencanaan )

   Merencanakan sebuah pekerjaan adalah hal yang lumrah dan sudah biasa dilakukan oleh sebagian manajement proyek yang dalam hal ini biasanya dilakukan oleh kontraktor sebagai penanggung jawab pelaksanaan proyek. Dalam hal ini juga biasanya manajement proyek atau kontraktor akan menganalisa detail anggaran dari mulai kontrak proyek dimulai sampai ending atau finishing. Ini dilakukan berdasarkan kesepakatan atau komitmen bersama antara manajement proyek atau kontraktor dengan mitranya atau lebih sering dikenal dengan owner.

   Disini owner diberikan kesempatan menimbang dan menganalisa beberapa draft dari mulai rencana anggaran,rencana pengadaan barang dan matrial,sampai efek yang akan ditimbulkan dari pelaksanaan proyek tersebut. Hal yang lebih penting dilakukan oleh seorang owner ketika merencanakan memberikan sebuah pekerjaan kepada manajement proyek adalah menganalisa dan memahami semua kebutuhab matrial yang dibutuhkan dalam proyek.

  Seorang kontraktor atau manajement proyek bertanggung jawab kepada bawahannya untuk mnciptakan sebuah karya sesuai dengan design atau gambar yang sudah menjadi kesepakatan kerja antara kontraktor dan mitranya.


2. Pengendalian ( controling )

 Pengendalian proyek meliputi pengendalian sumber daya fisik yang ada,pengendalian biaya,kualitas bahkan anggaran. Pengendalian proyek juga digunakan untuk merevisi perencanaan proyek dan memungkinkan untuk mengganti atau memindahkan sumber daya yang ada ketempat yang memerlukan ( mengelola ulang ) sehingga tepat sasaran.
  
  Pengendalian proyek juga melibatkan pengawasan yang ketat kepada sumber daya,biaya,kualitas dan budget. Ini diharapkan agar tidak terjadi pembengkakan anggaran.

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INSTALASI DAN DIAGRAM CAMERA